Rabu, 21 Desember 2011

Ferdinand Tonnies


Pemikiran Sosiologis dan Tipe Masyarakat Menurut Ferdinand Tonnies
 Sketsa Biografi  Ferdinand Tonnies
Ferdinand Tonnies lahir di Schleswig-Holstein, Jerman Timur tahun 1855. Ia belajar di universitas Tubingen di Husum, tertarik menjadi novelis dan penyair. Tahun 1877 dia menerima gelar doktor dalam sastra klasik di universitass Tubingen. Tonnies kemudian beralih ke filsafat, sejarah, biologi, psikologi, ekonomi, dan mulai mempelajari sosiologi. Pada tahun 1881 dia memulai karirnya  sebagai dosen swasta di Universitas Kiel mengajar filsafat, ekonomi, statistic. Hasil penelitiannya ia publikasikan di media massa. Pada tahun 1887 ia menerbitkan buku yang terkenal mengenai Gemeinschaft dan Gesellschaft (komunitas dan masyarakat).
Dia menjadi tersangka radikalisme di sebuah bentrokan dengan administrasi Universitas Kiel tahun 1896 karena membuat massa mogok kerja. Pihak universitas menjanjikan karir yang cemerlang untuk sarjana muda. Tahun 1909 konflik eksternal telah diselesaikan dengan janji bahwa Tonnies akan mendapatkan gelar profesor penuh bidang politik ekonomi di Universitas Kiel yang dimaksudkan untuk membantu keuangan Tonnies sebagai ayah dari kelima anaknya. Pada kenyataannya tonnies tidak disebut profesor penuh sampai tahun 1913. Ia hanya menjadi profesor tamu yang seringkali diundang di Universitas Kiel.
Tonnies turut membangun institusi terbesar yang sangat berperan dalam sosiologi Jerman bersama Max Weber, George Simmel, Werner Sombart, melatarbelakangi berdirinya German Sosiologycal Assocoation pada tahun 1909. Tonnies berhasil menjadi Guru besar Emiritus di Universitas Kiel, tetapi pada tahun 1933 dia dicabut dari status Guru Besar Emiritus. Ia wafat pada 9 april 1936 karena kediktoran NAZI, semasa hidupnya ia aktif menentang gerakan NAZI di Jerman dan telah menghasilkan 900 karya serta banyak menyumbang dibidang Sosiologi dan Filossofi. Banyak teori sosiologi, termasuk gemeinschaft dan gesellschaft yang selanjutnya diedit dan dialihbahasakan ke dalam bahasa lain.
Pemikiran Sosiologis Ferdinand Tonnies
Distingsi Tonnies yang terkenal mengenai masyarakat Gemeinschaft dan masyarakat Gesellschaft  mirip dengan Dikotomi  bentuk struktur sosial pramodern dan modern dalam analisa Durkheim. Dalam terjemahan Inggris, community dan society pada dasarnya berhubungan dengan istilah solidaritas mekanik dan organik. Tonnies menyatakan bahwa dalam masyarakat Gemeinschaft tercermin satu kemauan yang bersifat alamiah dan memperlihatkan satu struktur sosial yang ditandai oleh kesatuan organik, tradisi yang kuat, hubungan yang menyeluruh dan memperlihatkan spontanitas dalam perilaku. Sedangkan masyarakat Gesellschaft ditandai oleh kemauan yang bersifat rasional, lebih direncanakan, serta mengutamakan hubungan sosial yang didasarkan pada spesialisasi tertentu. Disitingsi Maine antara status dan kontrak memperlihatkan dikotomi yang serupa, seperti yang kemudian banyak dilukiskan oleh Redfield antara kebudayaan rakyat dan kebudayaan kota. (Johnson, 1986 : 189).
Tipe Masyarakat Menurut Ferdinand Tonnies
Menurut Ferdinand Tonnies masyarakat adalah karya ciptaan manusia itu sendiri seperti yang telah ditegaskan oleh Tonnies dalam kata pembukaan bukunya. Masyarakat bukan organisme yang dihasilkan oleh proses-proses biologis, bukan pula mekanisme yang terdiri dari bagian-bagian individual yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan didorong oleh naluri-naluri spontan yang bersifat menentukan bagi manusia. Masyarakat adalah usaha manusia untuk memelihara relasi-relasi timbal balik yang mantap dan kemauan manusia mendasari masyarakat. Sehubungan dengan kemauan itu, Tonnies kemudian membedakan antara Zweekwille, yaitu kemauan rasional yang hendak mencapai tujuan dan Triebwille yaitu dorongan batin berupa perasaan. Distingsi ini berasal dari Wilhelm Wundu.
 Berbicara tentang Zweekwille, apabila orang hendak mencapai suatu tujuan tertentu dan mengambil tindakan rasional ke arah itu. Suatu no nonsense mentality menuntun seorang dalam merencanakan langkah-langkah tepat untuk mencapai tujuan itu. Triebwille meliputi sejumlah langkah atau tindakan yang tidak berasal dari akal budi saja, melainkan dari watak, hati atau jiwa seseorang yang bersangkutan. Triebwille bersumber pada selera, perasaan, kecenderungan psikis, kebutuhan biotis, tradisi, atau keyakinan seseorang. Triebwille paling menonjol di kalangan petani, orang seniman, rakyat sederhana, khususnya wanita dan generasi muda. Zweekwille lebih menonjol di kalangan pedagang, ilmuan dan pejabat-pejabat serta generasi tua.
Distingsi ini langsung berpengaruh atas corak dan ciri interaksi seseorang dalam kelompok atau masyarakat, sehingga kita dapat membedakan dua tipe masyarakat. Pertama Gemeinschaft atau paguyuban adalah bentuk hidup bersama yang lebih bersesuaian dengan Triebwille. Kerjasama dan kebersamaan tidak diadakan untuk mencapai tujuan diluar melainkan dihayati sebagai tujuan dalam dirinya. Orangnya merasa dekat satu sama lain dan memperoleh kepuasan karenanya. Suasanalah yang dianggap lebih penting daripada tujuan, spontanitas diutamakan di atas undang-undang atau keteraturan, contohnya keluarga, lingkungan tetangga, sahabat-sahabat, serikat pertukangan dalam abad pertengahan, gereja, desa dll. Para anggota disemangati dan dipersatukan dalam perilaku sosial mereka oleh ikatan persaudaraan, simpati dan perasaan lainnya, sehingga mereka terlibat secara psikis dalam suka duka hidup bersama (boleh dikatakan  sehati dan sejiwa).
Tonnies mengatakan prototipe semua persekutuan hidup dinamakan “Gemeinschaft “ itu keluarga. Orang memasuki jaringan relasi-relasi kekeluargaan karena lahir. Walaupun kemauan bebas dan pertimbangan rasional dapat menentukan apakah orangnya akan tetap tinggal dalam keluarganya atau tidak, namun relasi itu sendiri tidak tergantung seluruhnya dari kemauan dan pertimbangan itu. Ketiga soko guru yang menyokong Gemeinschaft ialah: darah, tempat tinggal atau tanah dan jiwa atau rasa kekerabatan, ketetanggaan dan persahabatan. Ketiga unsur ini diliputi oleh keluarga.
 Gesellschaft atau patembayan adalah tipe asosiasi dimana relasi-relasi kebersamaan dan kebersatuan anatara orang berasal dari faktor-faktor lahiriah seperti persetujuan, peraturan, undang-undang, dsb. Tonnies mengatakan teori Gesselshcaft berhubungan dengan penjumlahan atau kumpulan orang yang dibentuk atas cara buatan. Kalau dilihat sepintas lalu saja, kumpulan itu mirip dengan Gemeinschaft, yaitu sejauh para anggota individual hidup bersama dan tinggal bersama secara damai tetapi dalam Gemeinschaft pada dasarnya tetap bersatu sekalipun ada faktor-faktor yang memisahkan, sedang Gesellschaft pada dasarnya mereka tetap berpisah satu dengan yang lain meskipun terdapat faktor-faktor lain yang menyatukan.
            Tonnies memakai istilah hidup yang organis dan nyata untuk relasi-relasi yang berlaku dalam Gemeinschaft  dan istilah struktur yang khayal dan mekanis untuk relasi-relasi yang berlaku dalam Gesellschaft. Yang pertama membentuk suatu kesatuan hidup dimana unsur kesatuan dan kolektivitas lebih menonjol yang kedua menyerupai bagian mekanisme, dimana individu dan kepentingannya lebih menonjol.
Tonnies tidak pernah mengatakan bahwa tiap masyarakat Gemeinschaft sama dengan organisme dan masyarakat Gesellschaft sama dengan mekanisme. Sebaliknya ia menolak baik realisme maupun nominalisme yang kedua-duanya sejak Aristoteles selalu diperhitungkan oleh filsuf-filsuf dan telah menghasilkan dua gambaran masyarakat yang ekstrem. Ini hanya bertujuan untuk melukiskan cara abstrak  dengan memakai konsep-konsep dua bentuk atau tipe kehidupan bersama yang berbeda-beda dan merupakan dua kemungkinan abstrak.
            Mengingat manusia adalah makhluk dwi-tunggal yang dalam dirinya menyatu baik individualitas maupun sosialitas, maka dapat dikatakan bahwa masyarakat selalu akan bercorak baik kurang individualis maupun kurang kolektivistis, namun tidak pernah individualis saja atau kolektivistis saja. Perbedaan logis anatara dua pola dasar ini tidak berarti bahwa kenyataan dua tipe masyarakat muncul  murni dan secara ekstrem.
            Sebagaimana telah diungkapkan oleh Cooley, bahwa konsep-konsep egoisme dan altruisme, pilihan bebas dan kewajiban sosial, hanya saling menolak di bidang konseptual saja. Dalam kenyataanya mereka tetap menjalin satu hidup,sesuai konsep Gemeinschaft dan Gesellschaft. Dalam kenyataan praktis mereka tidak saling menolak, sebab tidak mungkin ada Gemeinschaft tanpa ciri-ciri Gesellschaft dan tidak mungkin ada Gesellschaft tanpa ciri-ciri Gemeinschaft. Misalnya keluarga tradisional dan masyarakat desa yang merupakan contoh Gemeinschaft tidak akan dapat bertahan terus menerus tanpa adanya peraturan, undang-undang, sistem peradilan dan kepemimpinan. Sekalipun orangnya didorong oleh idealisme dan kemauan baik dan menggabungkan diri ke dalam suatu Gemeinschaft mereka tetap membutuhkan beberapa kepastian yang menyangkut rezeki dan kebutuhan lain.
            Dilain pihak, walaupun suatu perusahaan diatur dan diselenggarakan secara birokratis dan rasional menurut gambaran Gesellschaft, unsur-unsur manusia yang nonrasional akan tetap ikut memainkan peran dan mempengaruhi interaksi orang yang bersangkutan. Sama sebagaimana Zweekwille dan Triebwille terjalin, demikian pula halnya maninfestasi mereka berupa kedua pola interaksi masyarakat. Itu sebabnya Tonnies menegaskan bahwa tiap-tiap relasi selalu mengungkapkan ketunggalan dalam kebhinekaan, dan kebhinekaan dalam ketunggalan. Hanya kalau kita membuat deskripsi umum dan abstrak, kita mempertentangkan unsur yang satu dengan lain.
            Dalam pola interaksi Gemeinschaft dan pola yang berlaku dalam Gesellschaft tidak saling menolak satu sama lain. Tiap-tiap relasi mengandung dua aspek. Selalu ada dua hal yang kait mengait dan tidak  mungkin dipisahkan dalam hidup. namun dalam tipe Gemeinschaft unsur hukum, peraturan dan disiplin kurang dipentingkan dan tidak sama menonjol seperti dalam Gesellschaft, sedang unsur perasaan dan solidaritas yang berasal dari Triebwille tidak begitu menonjol dalam Gesellschaft. Kalau semua masayarakat yang kita kenal coraknya kita tempatkan di atas suatu garis bujur dimana ujung satu merupakan Gemeinschaft murni dan ujung lain Gesellschaft murni, maka kita akan melihat bahwa ada masyarakat yang lebih dekat dengan ujung satu dan ada yang lebih dekta dengan ujung yang lain, tetapi tidak ada yang bertepatan dengan salah satu ujung.
            Sehubungan dengan individu juga kita harus mengatakan bahwa ia selalu mondar-mandir anatara dua tipe kelakuan. Ada kalanya dia bersikap sangan disipliner, zakelijk dan rasional, sedang pada waktu tertentu ia lebih banyak didorong oleh pertimbangan dan motivasi afektif. (KJ. Veeger, 1986: 127-132). Secara ringkasnya Tonnies memiliki teori yang membedakan konsep tradisional dan modern yaitu Gemeinschat dan Gesselschaft. Gemeinschaft disebut juga paguyuban, yaitu merupakan bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang bersifat alamiah dan kekal. Dasar hubungan tersebut adalah timbul dari rasa cinta rasa dan kesatuan batin.
Bentuk gemeinschaft terutama akan dijumpai dalam keluarga, kelompok kekerabatan, rukuun tetangga dan lain sebagainya. Tonnies membedakan Gemeinschaft menjadi 3 jenis, yaitu:
·         Gemeinschaft by blood (ikatan oleh darah)
 yaitu gemeinschaft berdasar pada ikatan darah atau keturunan. Contohnya: kekerabatan, masyarakat-masyarakat daerah.
·         Gemeinschaft of place (ikatan berdasar tempat)
 yaitu gemeinschaft yang mendasarkan diri pada tempat tinggal yang saling berdekatan sehingga dimungkinkan untuk dapat saling tolong menolong. Contoh : lingkungan, RT, RW, arisan.
·         Gemeinschaft of mind (menurut jiwa-pikiran)
 yaitu gemeinschaft yang mendasarkan diri pada ideology atau pikiran yang sama. Contoh :rasa kekerabatan, ketetanggaan dan persahabatan.
 Gesellschaf (patembayan) merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek, bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka serta strukturnya bersifat mekanis sebagaimana dapat diumpamakan sebagaai sebuah mesin. Bentuk gesellscaft terutama terdapat dalam hubungan perjanjian yang berdasarkan ikatan timbal balik misalnya ikatan antara pedagang, organisasi dalam suatu pabrik dan sebagainya.
Tonnies menyesuaikan Gemeinscaf dan gesellschaft dengan dua bentuk kemauan manusia yaitu Wesenwille (Gemeinschaft) dan Kurwille (Gesellschaft). Wesenwile merupakan bentuk-bentuk kehendak baik dalam arti positif dan negative yang berakar pada manusia yang diperkuat oleh agama dan kepercayaan yang berlaku  di dalam diri manusia dan perilakunya atau kekuatan naluriah. Sedangkan Kurwille merupakan bentuk-bentuk kehendak yang mendasar pada akal manusia yang ditujukkan  pada tujuan-tujuan tertentu dan sifatnya rasional dengan menggunakan alat-alat dari unsur-unsur kehidupan lainnya.