Rabu, 21 Desember 2011

Georg Simmel


Interaksi Sosial, Struktur Sosial, dan Buku The Philosophy of Money


Sketsa Biografis Georg Simmel
            Georg simmel lahir di pusat kota Berlin pada tanggal 1 Maret 1858. Simmel belajar beberapa bidang studi di Universitas Berlin. Namun disertasi pertamanya ditolak oleh profesornya yang juga mengatakan bahwa Georg Simmel harus dibantu sebelum tersesat lebih jauh ke arahnya sekarang(Frisby, 1984 :23). Simmel tidak putus asa dan bertekad untuk memperoleh gelar doktornya di bidang filsafat pada tahun 1881. Tahun 1914-1885  ia masih berada di Universitas sebagai pengajar, tahun 1885 sampai dengan 1900  Simmel berprofesi sebagai Privatdozent yang dianggap tidak begitu penting. Kemudian Simmel bekerja sebagai dosen yang tidak digaji oleh negara tetapi dibayar oleh mahasiswa. Meski Simmel hanya di posisi pinggir dengan kenyataan bahwa ia seorang yang kontradiktif dan membungungkan namun ia sedikit menuai kesuksesan karier karena mampu memberikan kuliah yang cemerlang dan menarik perhatian mahasiswa yang membayarnya bahkan anggota masyarakat yang sudah berpendidikanpun tertarik mengikuti kuliahnya dan menjadi acara publik karena gayanya yang populer.
            Simmel menulis banyak artikel di Metropolis and Mental Life dan buku The Philosophy of Money. Simmel terkenal di kalangan akademisi Jerman dan bahkan memiliki pengikut internasional, khususnya di Amerika Serikat tempat karyanya memiliki arti penting bagi kelahiran Sosiologi. Pada tahun 1900 Simmel akhirnya mendapatkan pengakuan penuh satu gelar terhormat di Universitas Berlin namun ketika ia mencoba meraih beberapa posisi akademis ia gagal memperoleh dukungan dari ilmuan seperti Max Weber. Hal ini disebabkan karena Simmel seorang Yahudi yang anti-Semitisme,artikelnya sering terbit di surat kabar yang bersifat umum bukan untuk para sosiolog akademis.
            Tahun 1914 Simmel memperoleh pekerjaan akademik reguler di Universitas kecil Strasbourg, namun disini dia juga merasa terkucilkan. Ia menyesal meninggalkan audiennya di kalangan intelektual Berlin.Perang Dunia I meletus beberapa saat setelah Simmel bekerja di  Strasbourg. Simmel tetap menjadi sosok marginal di kalangan akademisi Jerman sampai ia wafat tahun 1918. Meski ia tidak menapaki karier akademis namun Simmel menarik banyak pengikut akademik pada masa ini dan ketenarannya sebagai ilmuwan tumbuh pesat.    
interaksi sosial : Bentuk dan tipe
Georg Simmel terkenal dalam sosiologi kontemporer karena sumbangannya bagi pemahaman kita tentang pola, atau bentuk, interaksi sosial. Simmel menjelaskan bahwa salah satu minat utamanya adalah besarnya cakupan interaksi yang pada suatu ketika mungkin terlihat sepele namun pada saat lain sangat penting. 
            Pokok perhatian Simmel bukanlah isi tetapi lebih ke bentuk interaksi sosial. Pandangan Simmel cukup sederhana, dari sudut pandangnya dunia nyata tersusun dari peristiwa, tindakan, interaksi. Menurut Simmel tugas sosiolog adalah melakukan hal yang sama persis dengan apa yang dilakukan orang awam yaitu menerapkan bentuk yang jumlahnya terbatas kepada realitas sosial khususnya pada interaksi. Minat Simmel pada bentuk interaksi sosial menuai beragam kritik, ia dituduh memaksakan suatu tatanan yang sebenarnya tidak ada. Namun, ada pembelaan terhadap pendekatan Simmel terhadap sosiologi formalnya yaitu pendekatan ini dekat dengan realitas seperti tercermin dari begitu banyak contoh dunia nyata yang digunakan Simmel, pendekatan ini tidak menggunakan kategori sewenang-wenang dan kaku terhadap realitas sosial justru membiarkan bentuk-bentuk tersebut mengalir dari realitas sosial, ketiga Simmel tidak menggunakan skema teoretis umum tempat dipaksanya seluruh aspek dunia sosial. 
geometri sosial
Dalam sosiologi formal Simmel, kita dapat melihat jelas upayanya mengembangkan “geometri” relasi sosial. Dua dari koefisien geometri yang menarik perhatiannya adalah jumlah dan jarak lainnya adalah posisi, kesenyawaan, keterlibatan diri, dan simetri.
jumlah
            minat Simmel pada dampak jumlah orang terhadap kualitas interaksi dapat dilihat dalam bahasannya tentang perbedaan antara dyad dengan triad . menurut Simemel terdapat perbedaan krusial antara krusial antara dyad yaitu kelompok yang terdiri dari dua orang dengan triad, kelompok yang terdiri dari tiga orang. Tambahan orang ketiga menyebabkan perubahan radikal dan fundamental. Anggota keempat seterusnya membawa dampak yang hampir sama dengan masuknya anggota ketiga.
ukuran kelompok
Pada level yang lebih umum terdapat sikap simmel yang mendua terhadap dampak ukuran kelompok. Disatu sisi ia berpendapat bahwa meningkatnya ukuran kelompok atau masyarakat akan meningkatkan kebebasan individu. Kelompok atau masyarakat kecil cnderung mengontrol individu sepenuhnya.
            Namun pada masyrakat yang lebih luas, individu cenderung terlibat dalam sejumlah kelompok, yang masing-masing hanya mengontrol sebagian kecil dari keseluruhan kepribadian. Namun simmel juga berpandangan bahwa masyarakat besar menciptakkan serngkaian masalah yang pada akhirnya mengancam kebebasan individu.
            Meskipun dimensi geometri mencakup sejumlah gagasan simmel tentang bentuk dan tipe, didalamnya ada hal-hal yang lebih dari sekedar geometri. Tipe dan bentuk addalah sebuah konstruk yang digunakan simmel untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang luuasnya cakupan pola-pola interaksi.
            Sebagaimana dengan tipe sosial, simmel melihat luasnya cakupan bentuk sosial, termasuk pertulkaran, konflik, prosstitusi, dan soasiabilitas. Kita dapat melukiskan diskusi simmel tentang dominasi, yaitu superordinasi dan subardinasi.
Superordinasi dan subordinasi
Superoedinasi dan subordinasi, memiliki hubungan timbal balik. Pemimpin tidak ingin sepenuhnya mengarahka pikirran dan tindakan ornag lain. Justru pemimpin berharap pihak yang tersubordinasi beraksi secara positif dan negatif. Tidak satupun bentuk interaksi ini yang mungkin ada ttanpa adanya hubungan timbal balik. Dalam bentuk domiinasi paling operatif sekalipun, sampai tingkat tertentu, pihak yang tersubordinasi tetap memiliki kebebasan pribadi.
Struktur Sosial
          Simmel relatif tidak banyak membahas struktur masyarakat pada skala-besar. Dia tidak melihat masyarakat sebagai suatu benda atau organisme. Ia menerapkan pandangan menengah yang mengonsepsikan masyarakat sebagai serangkaian interaksi. Masyarakat hanyalah nama bagi sejumlah individu yang dihubungkan oleh interaksi. Meskipun ia memaparkan pandangan interaksionismenya dalam karya-karyanya ia tampil sebagai seorang realis, seolah masyarakat adalah struktur material nyata. Simmel mencatat masyarakat melampaui individu dan menjalani hidupnya sendiri dengan hukumnya sendiri pula. Masyarakat juga menghadapkan individu pada pakem-pakem sejarah yang bersifat imperatif.
            Coser menangkap esensi dari aspek pemikiran Simmel ini Struktur supraindividu yang lebih besar, negara, marga, keluarga, kota, atau serikat pekerja hanya menjadi kristalisasi interaksi ini. Simmel cenderung menganut pandangan interaksionis tentang masyarakat dengan sosiologi historis dan fisolofisnya dimana ia lebih cenderung melihat masyarakat sebagai struktur sosial yang independen dan memaksa. Simmel memasukkan tumbuhnya struktur sosial pada skala yang lebih luas sebagai bagian proses ini.
Buku The Philosophy Of Money  
           Buku The Philosophy of Money (1907/1978) menggambarkan luas dan majunya pemikiran Simmel. Simmel tertarik pada luasnya isu nilai, dan uang yang dapat dilihat sekadar sebagai bentuk nilai spesifik, ia tertarik pada dampak yang ditimbulkan uang pada berbagai fenomena semisal dunia batiniah aktor dan kebudayaan objektif secara keseluruhan. Selain itu ia juga melihat uang sebagai fenomena spesifik yang dikaitkan dengan berbagai komponen kehidupan lain termasuk pertukaran, kepemilikan, keserakahan, pemborosan, sinisme, kebebasan individu, gaya hidup, kebudayaan, nilai kepribadian, dan lain sebagainya. Simmel melihat uang sebagai komponen kehidupan spesifik yang dapat membantu kita memahami totalitas hidup.
            Buku The Philosophy Of Money memiliki banyak kesamaan dengan karya Karl Marx, Simmel juga memusatkan perhatiannya pada kapitalisme dan masalah yang ditimbulkan oleh ekonomi uang. Namun, meskipun banyak kesamaan terdapat pula banyak perbedaan diantara keduanya.  Misalnya Marx melihat bahwa masalah ekonomi terikat waktu, yaitu produk dari masyarakat kapitalis, ia percaya bahwa pada akhirnya masalah tersebut dapat dipecahkan. Namun,  Simmel melihat masalah ini melekat pada kehidupan manusia dan yakin tidak ada harapan bagi perbaikan di kemudian hari.  
Uang dan Nilai
Prinsip umumnya adalah nilai benda berasal dari kemampuan orang untuk menjarakkan dirinya secara tepat dari objek dan selanjutnya berusaha mengatasi jarak, kendala, kesulitan. Semakin besar kesulitan untuk mendapatkan suatu objek, semakin besar pula nilainya. Perlu upaya tertentu agar sesuatu bisa dianggap bernilai.
Dalam konteks umum nilai inilah Simmel mendiskusikan uang. Dalam ranah ekonomi uang berperan uang berperan dalam menciptakan jarak dengan objek dan menawarkan diri jadi sarana untuk mengatasi jarak tersebut. Nilai uang yang melekat pada objek ekonomi modern menyebabkan kita berjarak darinya, dan kita tak dapat memperolehnya tanpa uang kita. pada saat kita mendapatkan banyak uang kita mampu mengatasi jarak antara diri kita dengan objek. Jadi uang berfungsi menciptakan jarak antara orang dengan objek tapi juga menjadi sarana mengatasi jarak yang ada.
Tragedi kebudayaan
Tragedi kebudayaan dalam konteks yang lebih luas :
Ini adalah akibat dari konflik antara individu sebagai pencipta kebudayaan dengan bentuk-bentuk budaya yang  bersifat tetap d. Hal ini mengarah pada individualisasi kreativitas budaya. Namun nestapa terjadi karena kreativitas bagi seseorang tidak pernah memuaskan sebagaimana penciptaan bentuk budaya yang lebih besaran tanpa batasan waktu yang mereka hadapi. kerancuan budaya
Dalam hal ini Simmel membedakan gaya denganseni. Gaya terkait dengan generalitas dengan ‘ elemen-elemen objek artistic yang sama’. Gaya melibatkan objek yang diciptakan oleh pengrajin, misalnya kursi atau gelas. Sebaliknya seni terkait dengan singularitas, dengan ‘keunikan dan individualitas’. Namun manusia modern’ menciptakan ketidakteratuan di ranah estetik’ dengan melihat ‘ objek kerajinan seolah-olah sebagai karya seni, namun ketika keduanya dicampurkan kemungkinan bagi terciptanya keseimbangan individu pada akhirnya berubah menjadi kondisi ideal yang tidak dapat direalisasikan. Akhirnya dan yang terpenting adalah masalah tragedy kebudayaan. Nedelmann menawarkan tafsir menarik terhadap gagasan ini. Ia menujukkan ini adalah satu tragedy, ketimbang sekedar kesedihan karena kehancuran social adalah akibat niscaya dari logika imanen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar