Rabu, 21 Desember 2011

Karl Marx


 Das Kapital, Konflik Kelas (Proletar dan Borjuis) dan Teori Alienasi

Sketsa Biografi Hidup Karl Marx
          Karl Marx lahir di Trier, Prussia pada tanggal 5 Mei 1818 ( George Ritzer, 2011 ) Ayahnya Heinrich seorang pengacara dan ibunya Henrietta berasal dari keluarga rabbi Yahudi. Heinrich memperoleh pendidikan sekuler dan mencapai kehidupan borjuis yang cukup mewah sebagai seorang pengacara yang berhasil. Namun karena adanya kepentingan politik dan sosial, Heinrich beserta keluarganya memutuskan berpindah agama menjadi Lutherian dan diterima dalam gereja ketika Marx masih sangat muda. Pada usia delapan belas tahun, sesudah mempelajari hukum selama satu tahun di Universitas Bonn, Marx pindah ke Universitas Berlin yaitu Universitas yang sangat di pengaruhi oleh Hegel dan para Hegelian muda yang begitu sportif, namun kritis terhadap guru mereka. Tahun 1841 Marx menerima gelar doktor filsafat dari Universitas Berlin. Marx menerima tawaran untuk menulis dalam surat kabar borjuis liberal bernama Rheinische Zeitung. Pendirian radikal-liberal surat kabar itu mencerminkan oposisi borjuis terhadap sisa-sisa sistem aristokrasi-feodal kuno. Sekitar sepuluh bulan kemudian Marx menjadi pemimpin redaksi surat kabar itu. Sepuluh bulan setelah Marx bekerja disana, surat kabar tersebut ditekan dan ditutup oleh pemerintah akibat pendirian politik Marx itu sendiri. Marx banyak menulis esai-esai yang di taburi prinsip-prinsip demokrasi,humanisme dan idealisme muda, dimana ia menolak keabstrakan filsafat Hegelian.                        
             Marx menikah pada tahun 1843, dan tidak lama setelah pernikahannya dengan Jenny von Westphalen putri seorang bangsawan, Marx dan istrinya meninggalkan Jerman untuk mendapatkan suasana yang lebih liberal di Paris. Selama tinggal di Paris ( 1843-1845 ) Marx terus menganut gagasan Hegel dan para pendukungnya, juga mendalami dua gagasan baru, sosialisme Prancis dan ekonomi politik Inggris. Inilah cara uniknya memadukan Hegelianisme,sosialisme, dengan ekonomi politik yang membangun orientasi intelektualnya. terlibat dalam kegiatan radikal.
      Pada masa itu Paris merupakan pusat liberalisme dan radikalisme sosial dan intelektual yang penting di Eropa, Marx berkenalan dengan pemikir-pemikir penting dalam pemikiran sosialis Perancis termasuk St. Simon dan Prudhon juga tokoh-tokoh revolusioner seperti Blanqui. Dan akhirnya Marx berpindah dari seorang liberal radikal menjadi seorang sosialis. Di Paris ia bersatu dengan gagasan Hegel dan pendukungnya. Marx bertemu dengan orang yang menjadi sahabat sepanjang hayat, penopang finansialnya dan kolaboratornya,  Friedrich Engels anak pemilik pabrik tekstil dan menjadi seorang sosialis yang bersikap kritis terhadap kondisi kehidupan yang dihadapi kelas buruh atau pekerja.
     Ada banyak perbedaan antara Marx dan Engels, Marx cenderung lebih teoretis, intelektual acak-acakan, dan sangat berorientasi pada keluarga sedangkan Engels adalah pemikir praksis, seorang pengusaha yang rapi dan cermat serta orang yang tidak percaya pada institusi keluarga. Ditengah perbedaan-perbedaan tersebut, Marx dan Engels membangun persekutuan kuat.
          Pada tahun 1845 Marx diusir dari Paris oleh pemerintah  Paris ( atas permintaan dari pemerintah Prusia yang terganggu oleh tulisan-tulisan Marx yang berbau sosialis ). Dari Paris Marx bertolak menuju Brussel. Radikalismenya tumbuh dan ia menjadi anggota aktif dalam gerakan revolusioner internasional. Di Brussel dia mengadakan kontak dengan buruh-buruh dan juga kaun cendekiawan. Pada tahun 1846 Marx dan Engels bertolak menuju Inggris. Tidak lama setelah itu, mereka membentuk panitia urusan surat-menyurat, supaya dapat mempertahankan kontak dengan kaum sosialis Perancis, Jerman, dan Inggris. Segera Marx dan Engels diundang untuk mengikuti Communist League, suatu organisasi revolusioner yang bermarkas di London.
          Setelah  perdebatan sengit antara Marx dan Weitling dalam organisasi itu mengenai waktu yang tepat untuk revolusi proletariat dan mengenai persiapan kaum borjuis, Marx ditugaskan untuk menulis suatu pernyataan yang akan menjadi program teoretis untuk organisasi itu. Hasilnya berupa Manifesto Komunis, yang diterbitkan pada tahun 1847. Manifesto Komunis merupakan sebuah karya besar yang di tandai oleh slogan-slogan politik yang termasyur seperti ‘‘kaum buruh seluruh dunia bersatulah’’ dan bertahun-tahun lamanya menjadi bacaan yang paling laku dari tulisan-tulisan Marx. Namun berbanding berbalik dengan tulisannya yang lain seperti Economic and Philosophical Manuscript yang tidak dapat diterbitkan.
          Pada tahun 1848 Marx diundang kembali ke Paris oleh suatu pemerintahan baru. Sesudah tinggal sebentar di Paris, Marx kembali ke Jerman untuk menerbitkan Neue Rheinische Zeitung. Namun pada tahun 1849 surat kabar tersebut tidak lagi terbit dan Marx diusir lagi dari Jerman. Dia kembali ke Paris tetapi tidak diijinkan tinggal di sana, lalu pindah ke London dan mengingat kegagalan revolusi politik tahun 1848, ia menarik diri dari aktivitas revolusioner dan beralih ke kegiatan riset dan penelitian yang lebih rinci tentang peran sistem kapitalis. Tahun 1852 Marx mulai studi terkenalnya tentang kondisi kerja dalam kapitalisme di British Museum. Studi ini menghasilkan tiga jilid buku Das kapital, jilid pertama di terbitkan tahun 1867, kedua jilid yang lainya di terbitkan sesudah ia meninggal.Ia hidup dalam kemiskinan, mengandalkan sedikitnya pendapatan dari tulisannya, dan bantuan dana dari Engels.
          Tulisan yang dihasilkan Karl Marx ketika di London yaitu The Class Struggles in France dan The Eighteenth Brumaire of Louis Bonaparte. Untuk mencari uang Karl Marx juga membuat artikel-artikel mengenai peristiwa-peristiwa di Eropa yang dimuat dalam New York Daily Tribune. Pada pertengahan tahun 1850-an Marx menerima warisan kecil dari keluarga istrinya yang sudah meninggal.
             Tahun 1864 Marx terlibat kembali dalam kegiatan politik, bergabung dengan ‘The Internasional’, sebuah gerakan buruh pekerja internasional. Ia segera menonjol dalam gerakan itu dan mencurahkan perhatian selama beberapa tahun untuk gerakan itu. Ia mulai mendapat popularitas, baik sebagai pimpinan internasional maupun sebagai penulis das kapital. Buku itu dikenal kalangan luas sebagai suatu analisa teoritis dan historis yang menentukan tentang dinamika-dinamika masyarakat kapitalis dan mengenai keruntuhan. Bersama dengan The Communist Manifesto, Das Kapital terus menjadi paling terkenal di kalangan luas di antara karya-karya Marx, khususnya di Amerika sampai sesudah Perang Dunia II.Namun sukses Federasi Internasional itu sangatlah singkat akibat adanyaperpecahan, perebutan kekuasaan, gagalnya sejumlah gerakan revolusioner, dan penyakit yang diderita oleh Marx menandai akhir karir Marx sehingga akhirnya di pertengahan tahun 1870-an federasi itu tidak berfungsi lagi.
          Ketika Marx sudah tua, ia memilih menghabiskan banyak waktu dengan keluarga, namun ia masih terus menulis dan sering mengadakan kontak surat-menyurat dengan pemimpin-pemimpin sosialis dari seluruh Eropa dan situasi keuangannya menjadi lebih baik berkat tunjangan yang diberikan Engels. Disintegrasi yang terjadi pada tahun 1876, gagalnya sejumlah gerakan revolusioner, dan penyakit yang dideritanya menandai berakhirnya karier Marx. Pada tanggal 14 Maret 1883 Marx meninggal dua tahun setelah kematian istrinya(1881) dan satu tahun setelah kematian anak perempuannya(1883).
Das Kapitalis
Marx memulai karyanya yang paling terkenal, The Manifesto of the Communist Party(Marx dan Engels 1848/1948). Kapitalisme sendiri merupakan sistem ekonomi di mana sejumlah besar pekerja yang hanya memiliki sedikit hak milik, memproduksi komoditas- komoditas demi keuntungan sejumlah kecil kapitalis yang memiliki alat-alat produksi, komoditas- komoditas dan bahkan waktu kerja para pekerja karena mereka membeli para pekerja tersebut melalui gaji. Namun, salah satu pengertian sentral Marx adalah bahwa kapitalisme lebih dari sekadar sistem ekonomi. Paling penting lagi kapitalisme adalah sistem kekuasaan. Rahasia kapitalisme adalah bahwa kekuatan-kekuatan politis telah diubah menjadi relasi-relasi ekonomi(Wood, 1995). Para kapitalis bisa memaksa para pekerja dengan kewenangan mereka untuk memecat dan menutup pabrik-pabrik. Para kapitalis bebas untuk menggunakan paksaan yang kasar. Kapitalis tak hanya menjadi sekedar sistem ekonomi tapi juga merupakan sistem politis, suatu cara menjalankan kekuasaan, dan suatu proses eksploitasi para pekerja. Di bawah kapitalisme, ekonomi tampil sebagai kekuatan alamiah. Orang-orang diberhentikan, upah dikurangi, pabrik-pabrik ditutup, semua karena ekonomi
Konflik Kelas
            Marx sering menggunakan istilah kelas dalam tulisannya namun tidak didefinisikan secara sistematis tentang apa yang dimaksud dengan istilah ini (So dan Suwarsono, 1990; 35). Dia menggunakannya untuk menyatakan kelompok orang yang berada di dalam situasi yang sama dengan kontrol mereka terhadap alat-alat produksi. Namun ini belum merupakan deskripsi yang sempurna dari istilah kelas sebagaimana yang digunakan Marx. Kelas bagi Marx selalu didefinisikan berdasarkan potensinya terhadap konflik. Bagi Marx sebuah kelas benar-benar eksis hanya ketika orang menyadari kalau dia sedang berkonflik dengan kelas-kelas yang lain.
            Ada dua macam kelas yang ditemukan Marx ketika menganalisis kapitalisme : borjuis dan proletar. Kelas borjuis adalah para kapitalis dalam ekonomi modern. Mereka memiliki alat-alat produksi dan memperkerjakan pekerja upahan. Konflik antara kelas borjuis dan kelas proletar adalah contoh dari kontradiksi material. Tidak ada satupun kontradiksi yang bisa diselesaikan kecuali dengan mengubah struktur kapitalis. Masyarakat akan semakin berisi pertentangan dua kelas besar yang berlawanan. Kehidupan dinamikanya adalah  pertentangan, tidak ada yang abadi selain pertentangan.
Teori Alienasi
            Walaupun Marx percaya bahwa ada hubungan yang inheren antara kerja dan sifat dasar manusia, tetapi dia juga berpendapat kalau hubungan yang diselewengkan oleh kapitalisme yang disebut dengan alienasi (D. Cooper, 1991; Meisenhelder, 1991). Marx menganalisis bentuk yang aneh bahwa hubungan kita dengan kerja kita berada di bawah kapitalisme. Kita melihat kerja kita tidak lagi sebagai ekspresi dari tujuan kita, tidak ada objektivasi melainkan kita bekerja berdasarkan tujuan kapitalis yang menggaji dan mengupah kita. dalam kapitalisme kerja bukan sebagai ungkapan dari kemampuan dan potensi kemanusiaan melainkan hanya menjadi sarana untuk mencapai tujuan memperoleh uang (Marx, 1932/1964 : 173). Jadi kita dialienasi atau diasingkan dari kerja kita dari sifat dasar sebagai manusia.


Pemahaman Materialis Tentang Sejarah (Materialisme Historis) Marx
Pandangan materialis sejarah adalah teori Karl Marx tentang hukum perkembangan masyarakat. Inti pandangan ini ialah bahwa perkembangan masyarakat ditentukan oleh bidang produksi. Ciri yang menurut Marx paling menentukan bagi semua bentuk ekonomi sampai sekarang adalah pemisahan antara para pemilik dan pekerja. Disini kelas pemilik begitu berkuasa. Kelas-kelas pemilik merupakan kelas-kelas atas dan kelas-kelas pekerja merupakan kelas-kelas bawah dalam masyarakat.
Marx menolak paham bahwa negara mewakili kepentingan seluruh masyarakat. Negara dikuasai oleh dan berpihak pada kelas-kelas atas, meskipun kadang-kadang juga menguntungkan kelas-kelas bawah. Walaupun negara mengatakan ia adalah milik semua golongan dan bahwa kebijaksanaannya demi kepentingan seluruh masyarakat namun sebenarnya negara melindungi kepentingan kelas atas ekonomis. Maka negara menurut Marx termasuk lawan kelas-kelas bawah.
Materialisme Historis atau sejarah materialisme sangat berguna untuk memberinya nama pada asumsi-asumsi dasar mengenai teorinya. Dari The Coomunist Manifesto dan Das Kapital, tekanan utama Marx adalah pada kebutuhan materil dan perjuangan kelas sebagai akibat dari usaha-usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini. Perhatian dipusatkan pada usaha Marx untuk meningkatkan suatu revolusi sosialis sehingga kaum proletariat dapat menikmati sebagian besar kelimpahan materil yang dihasilkan oleh industrialisme.
Kritik Terhadap Kapitalisme
            Kritik Karl Marx terhadap kapitalisme tertuang pada hukum Karl Marx tentang kapitalisme, yang berisi tentang :
1. Surplus pengangguran: Pada konsep tentang surplus pengangguran ini, Karl Marx berpendapat bahwa selalu terjadi kelebihan penawaran tenaga kerja yang berdampak pada penekanan tingkat upah. 2 faktor penyebab terjadinya surplus tenaga kerja ini yaitu Direct Recruitment yang terjadi akibat penggantian tenaga kerja manusia oleh mesin-mesin produksi dan Indirect Recruitment yang terjadi akibat adanya anggota baru tenaga kerja yang memasuki pasar tenaga kerja.
2. Penurunan tingkat keuntungan: Menurut Karl Marx, akibat dari naiknya upah, maka tingkat laba bagi kapitalis akan turun. Para kapitalis akan bereaksi dengan mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin dengan menambah organic composition of capital.
3. Krisis Bisnis: Pada konteks krisis bisnis, Karl Marx berpendapat bahwa adanya perubahan orientasi proses produksi dari tujuan nilai guna pada zaman ekonomi barter berubah menjadi tujuan nilai tukar dan keuntungan saat dibawah kapitalisme, menyebabkan terjadinya fluktuasi ekonomi. Pada ekonomi barter, produsen hanya menghasilkan barang untuk dikonsumsi sendiri atau ditukar dengan komoditi yang lain, sehingga pada saat ekonomi barter ini tidak pernah terjadi over produksi. Sedangkan ketika tujuan produksi berubah menjadi nilai tukar dan keuntungan maka terjadinya over produksi pada suatu perekonomian akan mungkin terjadi. Over produksi itu sendiri akan berdampak pada menurunnya tingkat keuntungan.
4. Jatuhnya nilai profit: Untuk memperoleh profit yang besar, aliran kapitalis menambah komposisi modal dan ternyata hal itu justru menurunkan profit.
5.  Konsentrasi modal: Karl Marx berpendapat bahwa perusahaan yang besar lebih bisa mencapai skala ekonomi yang lebih baik ketimbang perusahaan yang kecil, hal ini disebabkan karena perusahaan yang besar itu dapat memproduksi dengan biaya yang rendah.
6.  Bertambahnya kesengsaraan kaum proletar: Kapitalisme menurut Marx menyebabkan bertambahnya tingkat kesengsaraan pada kaum proletar. Bertambahnya kesengsaraan secara absolut menunjukkan pendapatan dari masyarakat secara global menurun dalam sistem kapitalis.
                        Walaupun perhatian utama Marx adalah krisis-krisis yang tak terelakan dari kapitalisme dan gambarannya tentang kapitalisme sebagai suatu sistem dominasi dan eksploitasi. Akan tetapi Marx juga melihat kapitalisme sebagai sesuatu yang baik, terlepas dari sifatnya yang mengeksploitasi, kelahiran kapitalisme membuka kemungkinan-kemungkinan baru bagi kebebasan para pekerja. Sistem kapitalis membebaskan mereka dari tradisi-tradisi yang mengungkung masyarakat-masyarakat sebelumnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar