Rabu, 21 Desember 2011

Herbert Spencer


Herbert Spencer
Evolusi Masyarakat dan Survival of The Fittest
Sketsa Biografi Herbert Spencer
Herbert Spencer lahir di Derby,  Inggris pada tanggal 27 april 1820.  Spencer  sekolah di jurusan teknik dan utilitarian. Tahun 1837-1846 ia bekerja sebagai insinyur teknik sipil untuk perusahaan kereta api dan masa itu Spencer terus mempelajari bidang studinya serta mulai menerbitkan karya-karyanya tentang ilmu pengetahuan dan politik. Tahun 1848 Spencer ditunjuk menjadi editor majalah The Economist dan gagasan-gagasan intelektualnya mulai mengental. Tahun 1850 ia menyelesaikan  karya utamanya Social Statics. Selama menulis karya ini Spencer mulai mengalami insomnia, dan beberapa tahun kemudian masalah mental dan fisiknya memuncak, menderita serangkaian kerusakan syaraf sepanjang hidupnya. Spencer tidak pernah memperoleh ijazah universitas ataupun menduduki posisi akademis. Ketika hidup semakin terisolasi dan sakit mental makin parah produktivitas intelektualnya meningkat. Spencer memperoleh ketenaran dan reputasi tingkat internasional. Salah satu ciri menarik Spencer yang menjadi sebab keruntuhan intelektualnya yaitu keengganannya membaca karya orang lain. Spencer meninggal pada tanggal 8 Desember 1903.
Teori Evolusi & Survival of The Fittest
Herbert Spencer (1820-1903)
Herbert Spencer sering disamakan dengan Auguste Comte dalam pengaruhnya terhadap perkembangan teori sosiologi, namun ada beberapa perbedaan penting misalnya agak sulit menggolongkan Spencer sebagai pemikir konservatif. Spencer lebih beraliran politik liberal dan tetap memelihara unsur-unsur liberalisme sepanjang hidupnya. Kekhasan Spencer sebagai seorang Darwinis Sosial, ia menganut pandangan evolusi yang berkeyakinan bahwa kehidupan masyarakat tumbuh secara progresif menuju keadaan yang semakin baik dan karena itulah kehidupan masyarakat harus dibiarkan berkembang sendiri, lepas dari campur tangan yang hanya akan memperburuk keadaan. Spencer juga menerima pandangan darwinian bahwa proses seleksi alamiah, “survival of the fittes” juga terjadi dalam kehidupan sosial.
Teori Evolusi
adalah kemungkinan untuk mengidentifikasi dua perspektif evolusioner utama dalam karya Spencer. Pertama, teorinya terutama berkaitan dengan peningkatan ukuran masyarakat. Spencer menawarkan teori evolusi dari masyarakat militan ke masyarakat industri, masyarakat militan dijelaskan sebagai masyarakat yang tersrtuktur untuk melakukan perang. Dengan menggunakan teori evolusi Darwin, Herbert Spencer mengembangakan teori evolusi sosial, dimana di dalamnya semua masyarakat secara alami mengalami perubahan menuju bentuk superior (Spencer, 1891). Dari sudut pandang ini, perubahan sosial adalah unilinear , maksudnya adalah semua masyarakat pasti akan melalui suatu tahap yang dapat diperkirakan, yaitu dari primitif menjadi beradab, sederhana menjadi kompleks, atau dari “ inferior ” menjadi “ superior ”.  
Spencer mengemukakan seperangkat gagasan yang kaya dan ruwet. Mula-mula gagasannya menikmati sukses besar, tetapi kemudian ditolak selama beberapa tahun, dan baru berkembang belakangan ini dan telah hidup kembali. Spencer mengajukan filsafat survival of the fittes dan menentang campur tangan pemerintah dan reformasi sosial. Spencer mengemukakan pernyataan bahwa hilangnya sesuatu gerakan biasanya diikuti oleh tujuan gerakan itu sendiri dan akan munculnya suatu disintegrasi dari keadaan tersebut, adanya evolusi selalu diikuti oleh disolusinya teori sosiologi neo-evolusi.
Spencer mengemukakan 4 pokok penting tentang sistem evolusi umum yaitu ketidakstabilan yang homogen, berkembangnya faktor yang berbeda-beda dalam ratio geometris, adanya batas final dari semua proses evolusi di dalam suatau keseimbngan akhir , dan kecenderungan terhadap adanya bagian-bagian yang berbeda-beda dan terpilah-pilah melalui bentuk-bentuk pengelompokan. Spencer memandang sosiologi sebagai suatu studi evolusi didalam bentuknya yang paling kompleks. Spencer akhirnya menyimpulkan bahwa masyarakat itu telah berkembang menjadi lebih luas, saling berhubungan, dan banyak bentuknya.
Pandangan Spencer mengambil dari pandangan Darwinian bahwa proses seleksi alam, “hidup bagi yang terkuat” (survival of the fittest) terjadi di dunia sosial. Orang yang kuat akan bertahan hidup dan berkembang biak, sementara “yang lemah” akan kalah dalam seleksi pada akhirnya akan punah dan sirna dengan sendirinya. Hasil dari proses ini adalah perbaikan kemampuan adaptasi dunia secara keseluruhan.
            Hasil model Spencer adalah model modernisasi, dimana proses perubahan dipandang secara esensial sebagai suatu perkembangan dari dalam, dan dunia luar hanya berperan sebagai pemberi rangsangan untuk adaptasi
Masyarakat tradisional dan masyarakat modern ditampilkan sebagai tipe-tipe antitesis berikut:
·         Hierarki sosial tradisional adalah berdasarkan pada kelahiran( ascription) dan mobilitas sosialnya rendah.
·         Modus-modus antitesis organisasin sosial ini berkaitan dengan sikap-sikap antitesis, sikap untuk berubah misalnya, didalam masyarakat tradis ional, yang perubahannya lambat, orang-orang cenderung tidak suka perubahan atau tidak tahu telah terjadi perubahan. Pihak lain, para anggota masyarakat modern justru sebaliknya
·         Tentang pertentangan-pertentangan mendasar tersebut, masih bisa ditambahkan beberapa lagi. Budaya masyarakat tradisional sering dikatakan religius, magis dan bahkan tidak rasional, sementara budaya masyarakat modern dianggap sekuler, rasional dan ilmiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar